Manusia modern tentu haus akan pengetahuan. Perkembangan Setiap aspek kehidupan menuntut sebagian insan memotivasi diri untuk mengembangkan dan memperkaya diri dengan berbagai pengetahuan. Pengetahuan pada dasarnya memberikan dasar bagi setiap orang untuk membangun pemahaman terhadap sesuatu. Untuk itu setiap orang perlu memperbaharui informasi yang tersedia. Manusia modern seperti saat ini tentu haus akan informasi yang baru. Perkembangan teknologi dan informasi menghadirkan berbagai bentuk media sebagai sumber penyedia informasi untuk diakses oleh siapa saja dan kapan saja secara Cuma-Cuma tanpa batas.
Setiap orang menyadari dirinya terhadap perkembangan diri, lingkungan dan peduli akan perubahan dalam dirinya tentu saja dia mempunyai semangat untuk memperbayak literatur demi mengembangan pengetahuan. Membaca merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengembangkan pribadi menuju kedewasaan dalam berpikir, bertingkah laku,mengembangkan diri, memperkaya pengetahuan bahkan dalam proses yang secara berlanjut dilakukan secara bertahap akan membentuk kualitas pribadi.
Dengan membaca setiap orang akan menyerap berbagai informasi secara bergelombang baik berupa kata-kata maupun sejumlah pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui. Manfaat dari kegiatan membaca akan tearasa dalam waktu yang panjang. Untuk meningkatkan kegiatan membaca perlu menanamkan niat dari setiap orang. Apabila sudah ada tekad dari dalam diri untuk membaca secara terus menrus membaca, kegiatan membaca menjadi kebutuhan. Sekali lagi kita perlu sadari bahwa kegiatan membaca menjadikan kebutuhan sangat tidak muda. Bagi sebagian orang yagn terbisa membaca hal ini dianggap mudah. Tetapi bagi pemula kegiatan membaca merupakan hal yang sangat rumit untuk dilakukan secara terus menrus. Untuk itu, bagi pemula perlu menyadari manfaat membaca bagi pengembangan dirinya dan menciptakan situasi haus akan pengegetahuan dalam dirinya sejak dini.
Efek yang dirasakan sangat luas dari kegiatan membaca. Apabila mereka yang menyadari kegiatan membaca dan sercara terus menerus baca dan membaca akan mengalmi perubahan secara drastis pada diri mereka. Dengan membaca mereka akan mempebanyak pengetahuan, memperbanyka kosata kata. Selain itu lancar dalam berbicara, menjelskan sesuatu lisan secara jelas. Mengatasi ketidakapercaya dirian dalam berbicara dan meningkatkan percaya diri. Selain itu, mereka yang membaca banyak akan berbeda dengan yang kurang membaca. Perbedaan tersebut tampak saat berbicara dalam acara-acara formal seperti seminar. Informasi yang disampaikan oleh Mereka yang banyak membaca padat, jelas dan berisi dari pada yang kurang membaca. Mereka yang memperbanyak literatur untuk membaca sangat mudah untuk mengembangkan lebih dalam tentang materi seminar yang disampaikan karena di dukung oleh informasi dari literatur bacaan sebelumnya. Sementara itu, mereka yang kurang membaca pembicaraan mereka hanya seputar bahan seminar dan pembicaraan mereka hanaya berputar-putar dan mengulang-ulang hal yang sama. Hal yang patut diduga bahwa mereka kurang memiliki kosa kata dan pengetahuan terkait sehingga mengalami kesulitan untuk mengembangan ide secara lisan pada saat semianar berlangsung. Kecenderungan mereka dalam pembahasan hanya membatasi pada materi seminarnya tidak kreatif untuk menghidupkan dan mengatifkan lawan bicaranya. Ilustrasi diatas menggambarkan bagaimana sumbangsi atau manfaat dari kegiatan membaca kepada setiap orang ingin menampilkan kualitas dirinya kepada orang lain dalam situasi yang berbeda terutama pada situasi resmi.
Membaca harus diartikan sebagai perilaku positif. Perilaku positif ini diartikan bahwa kegiatan yang bersifat perilaku baik untuk dilakukan memulainya dari pembiasaan dan dikembangkan terus menrus menjadi suatu kebisaan dan mendarah daging dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila kegiatan membaca sudah menjadi bagian dari hidup sehari-hari kita tanpa dipaksakan pun kita akan melakukannya. Setiap dari kita, tidak tertarik untuk membuka-buka halama demi halama untuk membaca. Hal ini menunjukan bahwa kita tidak memiliki semangat untuk itu. Kadang-kadang baca hanya 10 sampai 15 menit merasa bosan dan tidak tertarik untuk melanjutkan bacaan tadi. Sangat tidak mudah untuk meningkatkan semangat membaca. Untuk itu, setiap dari kita(pemula) mulailah membaca dengan bacaan yang paling disukai. Ketika bacaan kesukaan kita selesai dibaca. Kita harus berusaha untuk mencari bacaan yang sama tetapi sedikit membutuhkan pemahaman dan konsentrasi dari bacaan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk membiasakan diri kita membaca dan meningkatkan tingkat pemahaman kita terhadap teks bacaan yang berbeda kualitas informasinya. Sumber bacaan bukan hanya pada buku tetapi sumber apa saja yang bisa diakses internet, surat kabar, majalah, koran. Surat kabar sejenisnya perlu dibaca demi mengeikuti perkembangan informasi dan teknologi, masalah aktual, perkembangan sosial, ekonomi dan budaya baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.
Bila diperhatikan dan mengikuti perekembangan yang ada saat ini, kebanyakan orang menagatakan bahwa masyarakat Indonesia aktivitas membaca sangat rendah bila dibandingkan dengan negara lain. Hal ini patut kita terima karena minat baca masyarakat sangat kurang. Maysrakat indonesia secara umum belum menjadikan membaca menjadi kebisaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat kita amati melalui tingkah laku dari kelompok tertentu. Mahasiswa misalnya, sebagian mahasiswa Indonesia kurang menyediakan waktu untuk membaca. Kita tahu bahwa mashasiswa dianggap sebagai agen perubahan. Apa artinya agen perubahan?. Setidaknya setiap mahasiswa mengerti dan pahami arti pemberian lebel tersebut. Mahasiswa sebagai calon intelektual paling tidak kegiatan membaca menjadi menu sehari-harinya. Ironis sekali bila seorang mahasiswa memperoleh gelar sarjana tanpa bekal membaca yang baik. Kadang-kadang sebagian mahasiswa menghabiskan waktu tanpa mengisi kegiatan yang berati bagi pengembangan dirinya. Bermain game (perminan), gnobrol disudut-sudut kampus tanpa maksud pembicara yang berarti hanya menyita waktu dan membuang begitu saja kesempatan yang ada. Inilah salah satu fenomena yang terjadi di likungkungan sekitar beberapa kampus. Hal ini berakibat pada kehidupan selanjutnya. Setidak setiap mahasiswa berkreatif untuk menciptakan suasana belajar yang memadai. Saat ini disetiap kampus disediakan perpustaakn mengapa tidak memanfaatkan?.
Kita harus bertanya, bagaimana masyarakat peduli terhadap kegiatan membaca, pada hal mahasiswa sebagai agen perubahan pun jauh dari kegiatan membaca?. Melihat kondisi seperti ini setiap orang akan bertanya apakah masalah mendasar terletak pada sistem pendidikan?. Jawaban alternatif bisa ya atau tidak tergantungan pemahaman yang dibangun oleh masing-masing orang. Tetapi hal yang perlu kita pahami bersama bahwa kegiatan membaca merupakan perilaku yang perlu dibangun dari masing-masing kita untuk menjadi dewasa dan membentuk pribadi yang berkualita. Terutama bagi kalangan akademis perlu menghindari label “Cendekiawan Pengecut”. Cendekiawan pengecut yang dimaksudkan disini adalah mereka yang hanya mau menciptakan sesuatu yang serba gampang tanpa melalui kerja keras.
Akhirnya kita sadari bahwa orang menjadi pintar dan cerdas merupakan akibat dari rajin membaca. Membaca membuat orang lebih dewasa. Meiliki pola berpikir mejadi maju, dengan membaca membantu setiap orang untuk menghadapai masalah keseharian bukan lagi menjadi suatu beban tetapi sebuah perlawaanan(tantangan hidup) yang perlu diselesaikan secara wajar. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan memperjelas cara berpikir seseorang. Membaca meningkatkan pengetahuan dan memori serta membangun pemahaman seseorang terhadap segala sesutau. Semoga Membaca membantu proses berpikir kita sehingga mampu mengaktifkan sel-sel otak untuk melakukan pencerahan terhadap setiap bacaa yang kita baca, meningkatkan kosa kata, meningkatkan pengetahuan tentang budaya-budaya diluar dari diri kita. Membantu dan meningkatkan daya berpikir dan fokus kita terhadap sesuatu. Serta membantu membangun harga diri (jati diri) dan meningkatkan disiplin dan daya kreativitas kita melaui membaca. Semoga!
Tampilkan postingan dengan label keperibadian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keperibadian. Tampilkan semua postingan
Rabu, 27 Juli 2011
Selasa, 12 Juli 2011
PENTINGANYA MERUMUSKAN MISI PRIBADI
Setiap mahasiswa diharapkan mampu menemukan dan mendiskripsikan kemudian merumuskan misi pribadi. Hal ini dimaksudkan untuk setiap pribadi dapat mengenali tujuan utama yang ditempu selama masa pendidikan dan apa yang perlu dilakukan saat ini untuk kembali mengaplikasikanya demi membangun daerah Pegunungan Bintang. Karena selama ini dari sebagaian banyak mahasiswa Papua yang pernah belajar di luar pulau Papua belum pernah bahkan mungkin tidak pernah melakukanya, akibatnya tidak bisa berfikir secara jernih melihat situasi yang berkembang dan tidak bisa menempatkan secara tepat pengetahuan yang didapatkan selama masa studinya. Realita yang terjadi sekarang di kalangan mahasiswa dalam proses belajar adalah lebih banyak mencari nilai dan ujung-ujungnya adalah mencari gelar. Tidak pernah memahami diri secara tepat. Akibat dari itu kebanyakan mahasiswa tidak bisa melakukan terobosan-terobosan pemikiran baru di daerah. Dengan demikian diharapkan dari kelompok ini perlu mengambil langkah untuk melakukannya dan mampu mempersiapkan diri dari segala aspek sehingga menjadi manusia yang memiliki budaya, kemampuan yang cukup dan memiliki kedewasan dalam berfikir, menganalisa sesuatu secara objektif. Selain itu setiap mahasiswa diharuskan menyatakan sikap dan membuat suatu target dalam perkuliahan sehingga dalam waktu yang ditentukan bisa manfaatkan secara maksimal untuk menyelesaikan studinya. Termasuk didalamnya adalah penggunaan dana beasiswa yang saat ini disediaan oleh pemerintah. Dalam konteks tertentu ada anggapan-anggapan bahwa bagi mahasiswa yang termasuk dalam program beasiswa pemerintah adalah “produk gagal”. Apakah kita pasrah menerimanya bahwa kita ini termasuk produk gagal?. Nah, pada kesempatan ini tepat sekali bagi kita semua untuk merespons terhadap pernyataan ini.
Dengan adanya kelompok diskusi ini, kami mengharapkan kekompakan, kebersamaan, semangat dan kerja sama dari seluruh teman-teman untuk membangun solidaritas diantara sesama kita dalam mewujudkan misi pribadi dan cita-cita serta dapat memotivasi antar kita dalam mempersiapkan sumber daya manusia dengan harapan menjadi pelaku pembangunan yang merakyat.
MULAI DENGAN TUJUAN
Mulai dengan tujuan berarti membentuk gambaran yang jelas tentang tujuan hidup kita, menetukan apa nilai-nilai hidup kita, dan menentukan sasaran-sasaran yang ingin dicapai. Berarti berpikir tentang hari esok kita dan menentukan arah hidup agar setiaplangkah yang kita ambil senantiasa berada pada jalur yang benar.
Mengapa memilki akhir dalam pikiran itu penting ? sedikitnya ada dua alasan. Pertama , remaja seusia kita lazim menghadapi sejumlah persimpangan jalan yang menentukan kehidupan kita selanjutnya. Arah atau jurusan yang kita pilih sekarang dapat mempengaruhi diri kita selamanya.
Kedua, kita sendirilah yang menentukan masa depan kita. Jika kita tidak menentukan sendiri masa depan kita , maka orang lain akan melakukannya bagi kita, sehingga kita ibarat membebek saja pada orang lain.
Bagaimana cara mulai dengan tujuan ? cara terbaik adalah dengan menuliskan RUMUSAN MISI PRIBADI. itu adalah sejenis motto atau semboyan pribadi yang secara padat melukiskan seperti apa kehidupan kita. Itu adalah cetak biru (blue print) kehidupan kita. Itu ibarat konstitusi atau undang-undang sebuah Negara, atau ibarat rumusan misi suatu perusahaan atau organsiasi.
Apa manfaat rumusan misi pribadi bagi kita? Setidaknya ada dua pertama, menolong kita menyadari apa yang sungguh-sungguh penting atau bernilai bagimkita sehingga kita bias membuat pilihan – keputusan sejalan dengan nilai-nilai itu. Kedua, misi pribadi ibarat pohon dengan akar-akar yang kuat yang sebernarnya stabil (tidak akan geser tempat), namun tetap hidup dan terus-merus tumbuh. Begitu pula rumusan misi pribadi, membuat kita tidak mudah tergoyahkan oleh perubahan yang berlangsung disekeliling kita. Dalam membuat rumusan misi pribadi :
jangan terlampau memikirkan kesempurnaan karena akan membuat kita takut memulai, mulailah dengan ide-ide sederhana tapi mendasar yang nanti dapat disempurnakan, jangan berpikir untuk membuat rumusan seperti milik orang lain, rumusan kita harus unuk.
Misi merupakan cita-cita pribadi yang bersifat umum dari pada tujuan hidup. cita-cita adalah janji pada diri kita sendiri: mau jadi seperti apa kita suatu hari nanti, untuk apa hidup ini atau apa profesi kita mengabdikan diri pada kehidupan ini?
Setelah kita menemukan misi pribadi kita langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah merumuskan tujuan hidup. Tujuan hidup ini kita renungkan dalam-dalam dan kita deskripsikan secara jelas. Dengan tujuan tersebut kita akan memilki perencanaan terperinci, semangat, dsiplin pribadi melalui pengondisian inisiatif, ide kreatif. Cara yang paling baik adalah tulis tujuan yang hendak kita capai dan target-targe yang harus diraih baik perminggu, bulan, maupun tahunan atau wakru yang paling lama. Jika arang dengan tujuan yang jelas maka hidupnya akan terarah dan memilki rencana-rencana yang dijalankan untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Semakinjelas tujuan hidupnya, maka semakin besar perjuanganya dan pengorbanan yang hrus diberikan untuk mencapainya.
Mengapa tujuan hidup harus?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut , kita dapat mengetahui berdasarkan pendapat tokoh berikut ini
Donal H weiss dalam bukunya “ how to control your life through self management” (hidup teratur) memberikan beberapa kata kunci tentang tujuan hidup sbb:
Tujuan : suatu titik akhir yang anda ingin capai sebagaia hasil akhir atau produk akhir dari pada uapay anda.
Sasaran: suatu langkah menujupencapaian suatu tujuan, suatu tonggak, tujuan antara, suatu ukuran dari pada keberhasilan dalam mencapai tujuan akhir dari pada upaya anda.
Dengan demikian kita bisa menyederhanakan bahwa hendaknya harus kita memiliki tujuan-tujuan kecil (tujuan antara)yang akan mengantarkan kita pada tujuan tertinggi kita yaitu misi pribadi itu dendiri.
Dengan adanya tujuan hidup yang jelas , kita melangkah dengan pasti tak peduli seganas dan sesulit papa pun jalan atau cara yang kita tempuh
MERUMUSKAN TUJUAN HIDUP
Tujuan-tujuan hidup lebih besifat spesifik, sempit, atau khusus dibandingkan dengan rumusan misi pribadi. Dengan kata lain, tujuan –tujauan hidup merupakan perincian rumusan misi pribadi ke dalam sasaran-sasaran yang lebih konkret.
Ada lima kunci dalam rumusan tujuan hidup. Pertama, pertimbangkan baik-baikatau masak-masak”ongkos” apa yang harus kita bayar dan manfaat-keuntungan apa yang akan kita petik. Dengan kata lain, tujuan hidup haruslah realistis. Kedua, tuangkanlah tujuan hidup kita kedalam rumusan tertulis. Ada pepatah A goal not written is only a wish (“tujuan yang tidak ditulis hanyalah sebuah harapan”). Selain itu, dengan dituliskan tujuan itu akan menjadi semakin spesifik, jelas, konkret. Ketiga. Sesudah berhasil kita rumuskan, wujudkan atau laksanakanlah tujuan hidup tersebut. Bila ada komitmen atau niat dan tekad, pasti ada jalan. Keempat, manfaatkanlah momentum untuk merumuskan tujuan. Momentum terkandung dalam peristiwa kehidupan tertentu, seperti tahun ajaran baru, diterima sebagai mahasiswa baru, dan sebagainya. Kelima, rope up. Artinya buatlah diri kita menjadi terikat terikat dengan tujuan hidup yang sama atau mengungkapkan tujuan hidup itu kepada seseorang yang kita harapkan dapat mengingkatkan, member semangat, atau memberi bantuan bagi usaha kita mewujudkan tujuan itu.
*Diringkas dari berbagai sumber
(sebagian materi diambil dari materi pengembangan keperibadian Mahasisiwa Universitasa Santa Dharama Yogyakarta)
Dengan adanya kelompok diskusi ini, kami mengharapkan kekompakan, kebersamaan, semangat dan kerja sama dari seluruh teman-teman untuk membangun solidaritas diantara sesama kita dalam mewujudkan misi pribadi dan cita-cita serta dapat memotivasi antar kita dalam mempersiapkan sumber daya manusia dengan harapan menjadi pelaku pembangunan yang merakyat.
MULAI DENGAN TUJUAN
Mulai dengan tujuan berarti membentuk gambaran yang jelas tentang tujuan hidup kita, menetukan apa nilai-nilai hidup kita, dan menentukan sasaran-sasaran yang ingin dicapai. Berarti berpikir tentang hari esok kita dan menentukan arah hidup agar setiaplangkah yang kita ambil senantiasa berada pada jalur yang benar.
Mengapa memilki akhir dalam pikiran itu penting ? sedikitnya ada dua alasan. Pertama , remaja seusia kita lazim menghadapi sejumlah persimpangan jalan yang menentukan kehidupan kita selanjutnya. Arah atau jurusan yang kita pilih sekarang dapat mempengaruhi diri kita selamanya.
Kedua, kita sendirilah yang menentukan masa depan kita. Jika kita tidak menentukan sendiri masa depan kita , maka orang lain akan melakukannya bagi kita, sehingga kita ibarat membebek saja pada orang lain.
Bagaimana cara mulai dengan tujuan ? cara terbaik adalah dengan menuliskan RUMUSAN MISI PRIBADI. itu adalah sejenis motto atau semboyan pribadi yang secara padat melukiskan seperti apa kehidupan kita. Itu adalah cetak biru (blue print) kehidupan kita. Itu ibarat konstitusi atau undang-undang sebuah Negara, atau ibarat rumusan misi suatu perusahaan atau organsiasi.
Apa manfaat rumusan misi pribadi bagi kita? Setidaknya ada dua pertama, menolong kita menyadari apa yang sungguh-sungguh penting atau bernilai bagimkita sehingga kita bias membuat pilihan – keputusan sejalan dengan nilai-nilai itu. Kedua, misi pribadi ibarat pohon dengan akar-akar yang kuat yang sebernarnya stabil (tidak akan geser tempat), namun tetap hidup dan terus-merus tumbuh. Begitu pula rumusan misi pribadi, membuat kita tidak mudah tergoyahkan oleh perubahan yang berlangsung disekeliling kita. Dalam membuat rumusan misi pribadi :
jangan terlampau memikirkan kesempurnaan karena akan membuat kita takut memulai, mulailah dengan ide-ide sederhana tapi mendasar yang nanti dapat disempurnakan, jangan berpikir untuk membuat rumusan seperti milik orang lain, rumusan kita harus unuk.
Misi merupakan cita-cita pribadi yang bersifat umum dari pada tujuan hidup. cita-cita adalah janji pada diri kita sendiri: mau jadi seperti apa kita suatu hari nanti, untuk apa hidup ini atau apa profesi kita mengabdikan diri pada kehidupan ini?
Setelah kita menemukan misi pribadi kita langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah merumuskan tujuan hidup. Tujuan hidup ini kita renungkan dalam-dalam dan kita deskripsikan secara jelas. Dengan tujuan tersebut kita akan memilki perencanaan terperinci, semangat, dsiplin pribadi melalui pengondisian inisiatif, ide kreatif. Cara yang paling baik adalah tulis tujuan yang hendak kita capai dan target-targe yang harus diraih baik perminggu, bulan, maupun tahunan atau wakru yang paling lama. Jika arang dengan tujuan yang jelas maka hidupnya akan terarah dan memilki rencana-rencana yang dijalankan untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Semakinjelas tujuan hidupnya, maka semakin besar perjuanganya dan pengorbanan yang hrus diberikan untuk mencapainya.
Mengapa tujuan hidup harus?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut , kita dapat mengetahui berdasarkan pendapat tokoh berikut ini
Donal H weiss dalam bukunya “ how to control your life through self management” (hidup teratur) memberikan beberapa kata kunci tentang tujuan hidup sbb:
Tujuan : suatu titik akhir yang anda ingin capai sebagaia hasil akhir atau produk akhir dari pada uapay anda.
Sasaran: suatu langkah menujupencapaian suatu tujuan, suatu tonggak, tujuan antara, suatu ukuran dari pada keberhasilan dalam mencapai tujuan akhir dari pada upaya anda.
Dengan demikian kita bisa menyederhanakan bahwa hendaknya harus kita memiliki tujuan-tujuan kecil (tujuan antara)yang akan mengantarkan kita pada tujuan tertinggi kita yaitu misi pribadi itu dendiri.
Dengan adanya tujuan hidup yang jelas , kita melangkah dengan pasti tak peduli seganas dan sesulit papa pun jalan atau cara yang kita tempuh
MERUMUSKAN TUJUAN HIDUP
Tujuan-tujuan hidup lebih besifat spesifik, sempit, atau khusus dibandingkan dengan rumusan misi pribadi. Dengan kata lain, tujuan –tujauan hidup merupakan perincian rumusan misi pribadi ke dalam sasaran-sasaran yang lebih konkret.
Ada lima kunci dalam rumusan tujuan hidup. Pertama, pertimbangkan baik-baikatau masak-masak”ongkos” apa yang harus kita bayar dan manfaat-keuntungan apa yang akan kita petik. Dengan kata lain, tujuan hidup haruslah realistis. Kedua, tuangkanlah tujuan hidup kita kedalam rumusan tertulis. Ada pepatah A goal not written is only a wish (“tujuan yang tidak ditulis hanyalah sebuah harapan”). Selain itu, dengan dituliskan tujuan itu akan menjadi semakin spesifik, jelas, konkret. Ketiga. Sesudah berhasil kita rumuskan, wujudkan atau laksanakanlah tujuan hidup tersebut. Bila ada komitmen atau niat dan tekad, pasti ada jalan. Keempat, manfaatkanlah momentum untuk merumuskan tujuan. Momentum terkandung dalam peristiwa kehidupan tertentu, seperti tahun ajaran baru, diterima sebagai mahasiswa baru, dan sebagainya. Kelima, rope up. Artinya buatlah diri kita menjadi terikat terikat dengan tujuan hidup yang sama atau mengungkapkan tujuan hidup itu kepada seseorang yang kita harapkan dapat mengingkatkan, member semangat, atau memberi bantuan bagi usaha kita mewujudkan tujuan itu.
*Diringkas dari berbagai sumber
(sebagian materi diambil dari materi pengembangan keperibadian Mahasisiwa Universitasa Santa Dharama Yogyakarta)
Langganan:
Postingan (Atom)