Rabu, 09 November 2011

UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN MASYARAKAT MODERN

Dari hari ke hari kita saksikan bahwa perkembangan kegiatan perekonomian berkembang dengan cepat dan pesat. Hal ini tidak terlepas dari tuntutan kebutuhan setiap mansia secara individu maupun kelompok. Hal ini, Erat kaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menghadirkan beraneka ragam kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Tingkat kebutuhan setiap manusia berbeda-beda serta Keinginan setiap orang berbeda pula. Untuk memenuhi perbedaan tingkat kebutuhan tersebut setiap orang perlu berusaha untuk memenuhinya. Bila dibandingkan dengan masa-masa lalu bahwa tingkat kebutuhan orang-orang dulu lebih sedikit dari pada tingkat kebutuhan masyarakat saat ini.
Masyarkat dulu tuntutan kebutuhan sangat terbatas hal ini mungkin disebabkan karena perkembangan setiap aspek kehidupan masih tetap dan bisa dikendalikan dengan tepat. Sehingga masyrakat saat itu tidak membuang banyak energy (pikiran ) untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya system perdagangan saat itu dikenal dengan Barter. Barter adalah saling tukar menukar antara barang yang satu dengan barang yang lain antara individu maupun kelompok satu dengan kelompok yang lain. Hal ini memudahkan bagi mereka waktu itu. Mereka tidak berpikir bagaimana mengelola barang dimilikinya terlebih dahulu sebelum dijual. Berbeda dengan cara meneuhi kebutuhan masyrakat yang tinggal di era infomasi dan teknologi saat ini. Setiap orang harus berpikir dua kali lipat untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam hal memuhi kebutuhan masyarakat yang hidup di era informasi dan teknologi saat ini butuh pendidikan tinggi, keahlian dan keterampilan yang memadai untuk bersaing mempertahanakan hidupnya. Orang yang kurang memiliki keahlian dan keterampilan tertentu dianggap kurang mampu dan tersaingi oleh mereka yang memiliki pengetahuan dan keahlian khusus. Mereka yang kurang memiliki pengetahuan akan dimarjinalkan. Yang pada akhirnya menyebabkan ankga kemiskinan semakin meningkat.
Kebutuhan yang mungkin paling mendesak saat ini adalah pemenuhan kebutuhan financial. Saat ini uang adalah segala-galanya. Baik dari individu sampai pada penyelenggaraan pemerintah pun kebutuhan financial(ekonomi) adalah masalah utama yang dihadapai. Hal ini menjadi penting karena seluruh rencana bisa berjalan jika dana mencukupi. Uang menjadi alat tukar resmi saat ini. Dalam memuhi kebutuhan tiap masyarakat modern kebutuhan ekonomi menjadi perhatian utama. Hal ini bukan berarti bahwa kebutuhan lain tidak dipentingkan. Kebutuhan lain juga mempunyai porsi yang sama dengan kebutuhan ekonomi. Tetapi disini saya menempatkan kebutuhan ekonomi menjadi kebutuhan utama karena kebtuhan tersebut terpenuhi kebutuhan lain dapat terlaksana dengan baik. kebutuhan pokok terpenuhi dan dijamin kualitas serta kebersihan ,Apabila kebutuhan financial mendukung.
Berdasarkan motivasi kebutuhan financial setiap orang bekerja keras untuk melakukan apa pun bentuk dan sifat pekerjaannya. Hal ini perlu didukung bahwa untuk mempertahankan hidupnya setiap orang harus bekerja. Hasil kerja kerasnya memperoleh upah dalam bentuk nilai uang tertentu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhanya. Saat ini uang menjadi segla-gala sehingga setiap orang mau tidak mau berusaha memperoleh keahlian tertentu untuk memperoleh pekerjaan di suatu kantor atau perusahaan sekaligus menjadi sumber penghasilannya. Sebagian orang bekerja ke pada orang lain dan menerima upah sebagai balas jasanya sementara dipihak lain sebagian orang berpikir untuk menyediakan lapangan pekerjaan. Hal ini menjadi lumrah karena kedua bela pihak saling menguntungkan. Bila ada hanya seorang pekerja tidak memperoleh apa-apa untuk menjamin kebutuhan hidupnya. Sebaliknya bila ada hanya seorang penyedia lapangan kerja. Usaha atau kegiatan operasinya tidak berjalan. Keduanya saling membutuhkan. Seorang pekerja memberikan jasa kepda penyedia lapagan pekerjaan dan seorang pekerja memberikan upah kepada pekerja. Tetapi bila disimak secara bersama bahwa akhir-akhir ini banyak yang melakukan protes terhadap pemberi upah karena upah yang diberikan tidak sesuai dengan jasa yang mereka(para buruh) berikan. Seharusnya para buru menerima upah sesuai dengan batasan atau standar upah minimum yang berlaku pada tempat tertentu. Hal ini perlu diperhatikan karena kebutuhan terjamin apabila penghasilan yang diterima sesuai dengan standar minimum yang ada. Bahkan untuk kebutuhan masyrakat saat ini lebih dari pada standar minimum yang ada. Oleh karena itu, kedua pihak harus saling memahami antara satu dengan yang lain untuk memperoleh kesempatan yang baik untuk memberikan jasa dan memperoleh keuantungan yang maksimal bagi pihak penyedia lapangan pekerjaan.
Bila diperhatikan penyediaan lapangan pekerjaan lebih sedikit dari pada tenaga kerja. Hal ini dapat kita ikuti dari setiap tahun dari berbagai universitas melulusakan ribuan orang mahasiswa. Setiap mahasiswa tersebut dibekali dengan disiplin ilmu yang berbeda-beda. Menurut hemat saya bahwa kuantitas kelulusan semakin banyak namun kulitas masih sangat minim. Dapat kita lihat bahwa sebagian besar lulusan menunggu untuk melamar di sebuah perusahaan dan sedikit yang diterima dan sebagain lain menunggu untuk kesempatan berikutnya. Saya sendiri juga kurang paham dalam keadaan seperti ini, dimanakah letak permasalahannya? Apakah sistem pendidikannya yang salah? Atau faktor kemampuan dari masing-masing lulusan? Entahlah.
Sebagian orang mengatakan bahwa menciptakan lapangan pekerjaan yang luas adalah melaui jalur wirausaha. Fakta bahwa setiap orang yang memiliki sifat kewirausahaan menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri dan orang lain. Orang yang berwatak wirausaha perlu tahan banting dengan sgala keadaan yang tidak menentu. Orang yang memilki jiwa berwirausha memanfaatkan setiap kesempatan sebagai peluang untuk terus mengembangkan segala kemampuan yang dimilikinya.
Kembali ke pambahasan awal bahwa tingkat kebutuhan masyrakat modern sangat beranekaragam dan berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Sangat sulit untuk terpenuhi secara maksimal kalo diharapkan dari gaji bulanan bagi pegai tetap dan borongan atau upah harian atau bulanan bagi pegawai tidak tetap(musiman). Salah satu alternatif yang harus diperhatikan adalah mengembangkan usaha sendiri baik itu usaha sampingan atau usaha tetap yang mendatangkan penghasilan bagi diri sendiri dan orang lain. Atau lebih tepat disebut dengan mengembangakan kewirausahaan.
Mengikuti kecenderungan perkembangan kegiatan perekonomian secara nasional menunjukan bahwa unit usaha kecil mikro dan menengah memberikan sumbangsi yang sangat berarti dalam pertumbuhan perekonomian secara nasional. Kemungkian untuk menghadapi krisis umkm lebih baik dari pada karena perusahaan-perusahaan besar. Selain sebagai kegiatan perekonomian praktis dan kreatif , UMKM menyediakan lapangan pekerjaan yang luas bagi yang membutuhkannya. Tingkat pertumbuhan nasional
Dari semua uraian diatas bisa dikatakan bahwa setiap manusia diberikan kemampuan, akal sehat,pikiran yang sehat untuk mengembangkan segala sumber daya yang dimiliki. Selanjutnya bagaiamana menggunakan seluruh kelebihan tersebut? Semuanya tergantung kepda setiap manusia. Setiap manusia tidak bisa dipaksakan untuk mengikuti suatu patokan tertentu tetapi diberikan kesempatan dan diberikan peluang yang cukup untuk mengembangkan diri untuk memenuhi seluruh kebutuhan termasuk pemenuhan kebutuhan ekonominya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

siapa saja yang mengunjungi blog ini silakan menambahkan komentar demi pengembangan blog ini.